MAHASISWA INTERNASIONAL UNY MEMBAUR DENGAN ALAM DI BUMI LANGIT

Kamis, 21 April 2016 mahasiswa internasional pembelajar BIPA program Darmasiswa dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB) melakukan field study ke Bumi Langit, Imogiri yang dipimpin oleh Fitri Alfarisy selaku koordinator program BIPA di UNY. Kedatangan mereka ke Bumi Langit bertujuan untuk lebih mengenal keberagaman budaya dan memperdalam Bahasa Indonesia yang telah mereka pelajari beberapa bulan terakhir ini serta memperkenalkan sebuah kebudayaan yang ada di masyarakat Indonesia.
Kegiatan pertama yang dilakukan oleh mereka adalah bincang-bincang seputar pengenalan Bumi Langit oleh salah satu pegawai di Bumi Langit bernama Salas. Para mahasiswa sangat antusias menyimak paparan yang diberikan. “Menurut saya, ini tempat yang sangat bagus!”, kata Irina salah seorang mahasiswa asing sesaat setelah acara bincang- bincang usai.
Kegiatan kedua adalah berkeliling kawasan Bumi Langit. Di area tersebut, terdapat kebun, peternakan, dan rumah-rumah warga. Semua hasil kebun mereka adalah organik dan tanpa pestisida, yang mereka olah sendiri. Begitu pula dengan ternak-ternak, kandang-kandangnya sangat bersih dan terawat, dan untuk makanan ternak, warga Bumi Langit juga mengolahnya sendiri. Rumah-rumah yang berada di area tersebut sangat menarik. Bangunan terbuat dari kayu, bambu, dan semen dan bergaya joglo. Selain itu, mereka juga memiliki sumber gas alami yang mereka buat sendiri, yaitu biogas yang diolah dari kotoran ternak, dan kotoran manusia. Mereka juga memiliki panel tenaga surya untuk sumber listrik. Lingkungannya pun asri, tenang, dan menyatu dengan alam sehingga membuat siapa pun yang datang ke sana merasa betah.
Kegiatan ketiga, adalah sharing bersama owner Bumi Langit yang bernama pak Iskandar. Pada kegiatan ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk tanya jawab. Para mahasiswa mengajukan beberapa pertanyaan tentang Bumi Langit. Mereka sangat terkesan dengan tempat itu. “Saya ingin tinggal di sini. Saya suka sayuran segar dan sehat”, kata Minti, salah satu mahasiswa yang berasal dari Vietnam. Bahkan, beberapa dari mereka berniat untuk kembali lagi ke sana, mereka ingin belajar lebih dalam tentang cara bertani dan berternak. (AF-RS)
